Sejarah Gorilla Binatang Kuat Dan Pintar

Sejarah Gorilla Binatang Kuat Dan Pintar – Gorilla, genus Gorilla, genus primata yang mempunyai kandungan kera paling besar. Gorila adalah famili paling dekat manusia. Cuma simpanse dan bonobo yang lebih dekat. Gorila cuma hidup di rimba tropis Afrika khatulistiwa. Umumnya kewenangan mengetahui dua spesies dan empat subspesies.

Gorila barat (Gorilla gorilla) terdiri dari 2 subspesies: gorila daratan rendah barat G. gorilla gorilla, yang tinggal rimba hujan daratan rendah dari Kamerun hingga sampai Sungai Kongo, dan gorila Cross River G. gorilla diehli, yang tinggal tempat rimba kecil di sejauh Sungai Cross yang pisahkan Nigeria dari Kamerun. Gorila timur (G. beringei) terdiri dari 2 subspesies: daratan rendah timur, atau Grauer, gorila (G. beringei graueri), dari rimba hujan daratan rendah di timur Republik Demokratik Kongo (Kinshasa), dan pegunungan gorila G. beringei beringei, diketemukan di rimba hujan pegunungan dan rimba bambu di daratan tinggi di utara dan timur Danau Kivu, dekat tepian Uganda, Rwanda, dan Kongo Kinshasa.

Gorilla Memiliki Tenaga Dan Bulu Tebal

Gorila itu kuat dan kuat, dengan dada yang paling tebal dan kuat dan perut yang mencolok. Kulit dan rambutnya hitam. Muka mempunyai lubang hidung yang besar, telinga kecil, dan alis yang mencolok. Orang dewasa mempunyai lengan panjang dan berotot yang 15-20 % lebih panjang ketimbang kaki kekar. Jantan lebih kurang 2x lebih berat dari betina dan bisa capai tinggi lebih kurang 1,7 mtr. (5,5 kaki) dan berat (di alam liar) 135-220 kg (300-485 pon). Gorila yang diamankan dari ke-2 macam kelamin bisa tumbuh cukup gendut dan karena itu jadi lebih berat. Satu ekor betina dewasa liar rata-rata mempunyai tinggi lebih kurang 1,5 mtr. dan berat lebih kurang 70-90 kg. Gorila tidak mempunyai rambut di muka, tangan, dan kaki, dan dada jantan tua telanjang. Rambut G. beringei beringei lebih panjang ketimbang dengan ke-3 subspesies yang lain. Lelaki dewasa mempunyai jambul yang mencolok di atas tengkorak dan “pelana” dari rambut abu-abu atau perak pada bagian bawah punggung — oleh sebab itu arti punggung perak, yang umum dipakai buat mengatakan lelaki dewasa. Pelana ini lebih menonjol di gorila timur (G. beringei), yang memiliki warna hitam legam, ketimbang di gorila barat (G. gorilla), yang lebih memiliki warna coklat keabu-abuan.

Cara Gorilla Berkembang Biak

Gorila betina liar melahirkan tiap-tiap empat tahun sekali; tidak ada musim kawin permanen. Zaman kehamilan lebih kurang delapan 1/2 bulan, dan kelahiran rata-rata tunggal, walau bayi kembar jarang ada. Gorila yang anyar lahir mempunyai berat cuma lebih kurang 2 kg dan betul-betul tidak mempunyai daya sepanjang 3 bulan pertama hidupnya, sepanjang dia digendong oleh induknya. Gorila muda tidur di sarang induknya saat malam hari dan menungganginya pada siang hari. Gorila betina mulai capai kematangan reproduksi di umur lebih kurang 10 tahun dan selanjutnya dipindah ke kumpulan lain atau ke punggung perak tunggal. Lelaki capai kematangan seksual di lebih kurang umur 9, tapi mereka tidak bereproduksi hingga sampai mereka jadi silverbacks yang lebih masak secara fisik di lebih kurang umur 12-15 tahun. Umumnya gorila jantan tinggalkan kumpulan tempat mereka dilahirkan dan coba menyatukan betina buat membuat kumpulan keluarga mereka sendiri. Ini kemungkinan libatkan sejumlah invasi, lantaran lelaki muda kemungkinan menggempur kumpulan yang udah mapan dan berusaha untuk “mencuri” wanita, kadang membunuh bayi dalam prosesnya. Kadang satu ekor jantan dapat tinggal dalam kumpulan kelahirannya dan jadi silverback ke-2 , berkembang biak dengan sejumlah betina dan pada akhirnya menggantikan kepimpinan saat ayahnya menua atau wafat. Angka impian hidup gorila liar yaitu lebih kurang 35 tahun, walau gorila penangkaran udah capai umur 40-an.

Gorila jadi bertambah jarang di seluruhnya tempat telusurinya, sehabis menanggung derita gara-gara pemusnahan habitat rimba oleh manusia dan dari pemburuan besar dan ambil terlalu berlebih oleh kebun binatang dan instansi kajian. Teror yang lebih anyar yaitu pemburuan yang berkaitan dengan perdagangan daging hewan liar, terpenting buat memberinya makan crew penebang. Berkaitan gorila timur, Persatuan Internasional buat Pelestarian Alam IUCN udah mendaftar gorila daratan rendah sisi timur G. beringei graueri dan gorila gunung G. beringei beringei menjadi subspesies yang rawan punah. Komunitas gorila gunung saat ini lebih kurang 680. Argumen nyaris hilangnya subspesies ini terhitung lagi raibnya habitat menjadi akibatnya karena pekerjaan manusia: bertani, merumput, penebangan, dan, beberapa waktu terakhir, pemusnahan habitat oleh pengungsi. Ketika yang serupa, ekowisata yang libatkan perjalanan pelancong buat lihat gorila di habitat aslinya udah berperan di konservasi gorila gunung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *