Mengenal Lebih Dalam Tentang Kuda

Mengenal Lebih Dalam Tentang Kuda – Kuda, (Equus caballus), mamalia herbivora berkuku dari keluarga Equidae. Ini terdiri dari 1 spesies, Equus caballus, yang banyak varietasnya disebutkan ras. Saat sebelum timbulnya kendaraan mekanis, kuda dipakai secara luas sebagai hewan penarik, dan menunggang kuda adalah alat transportasi khusus.

Feature Umum

Pada jaman prasejarah, kuda liar kemungkinan pertama kalinya dicari untuk dikonsumsi. Riset memperlihatkan jika domestikasi terjadi seputar 5.500 tahun lalu. Diprediksi jika kuda itu pertama kalinya dipakai oleh suku Indo-Eropa yang tinggal di stepa utara serangkaian pegunungan yang bersisihan dengan Laut Hitam dan Laut Kaspia. Dikuasai oleh cuaca, makanan, dan manusia, kuda secara cepat memperoleh memiliki bentuk yang saat ini.

Jalinan kuda dengan manusia sangat unik. Kuda itu ialah rekanan dan rekan. Ini sudah bajak kebun dan bawa hasil panen, mengusung barang dan mengusung penumpang, mengikut permainan dan mencari ternak, dan bawa kombatan ke pertarungan dan petualang ke tanah yang tidak dikenali. Ini sudah sediakan piknik berbentuk jousts, kompetisi, komidi putar, dan olahraga naik kuda. Dampak kuda dilukiskan dengan bahasa Inggris dalam istilah kesatria dan arogan, yang berkonotasi kehormatan, rasa hormat, santun sopan, dan keterusterangan.

Kuda itu ialah “penguasaan manusia yang paling membesarkan hati,” menurut pakar zoologi Prancis Georges-Louis Leclerc, comte de Buffon. Tempatnya ada disamping tuannya di makam raja-raja Skit atau di pusara firaun. Banyak budaya manusia purba terpusat pada pemilikan kuda. Takhayul membacakan arti ke warna kuda, dan kepala kuda yang bergantung di dekat makam atau tempat pelindungan atau di atap pelana rumah memberi kemampuan supernatural pada tempat itu. Mitologi Yunani membuat Centaur, lambang kesatuan kuda dan penunggangnya yang paling terang. Kuda jantan putih ialah pengorbanan paling tinggi untuk beberapa dewa, dan jenderal Yunani Xenophon menulis jika “dewa dan pahlawan dilukiskan di atas kuda yang terbiasa secara baik”. Satu ekor kuda yang elok dan terbiasa, karena itu, adalah lambang status di Yunani kuno. Raja, jenderal, dan negarawan, sudah pasti, harus jadi penunggang kuda. Beberapa nama kuda populer tidak dipisahkan dengan penunggangnya yang populer: Bucephalus, pengisi energi Alexander Agung; Incitatus, pernah dipercaya sudah dipilih jadi senator oleh Kaisar Romawi Caligula (saksikan Catatan Peneliti); El Morzillo, kuda favorite Hernán Cortés, ke siapa orang India membangun patung; Roan Barbery, kuda jantan Richard II, disebut oleh Shakespeare; Kopenhagen, kuda adipati Wellington, yang disemayamkan dengan kehormatan militer.

Kuda sudah tempati tempat khusus di bagian seni. Dari lukisan Jaman Batu sampai fenomena dekor Parthenon, dari patung pusara Dinasti Tang Tiongkok sampai sketsa Leonardo da Vinci dan Colleoni Andrea del Verrocchio, dari Al-Qur’an sampai sastra kekinian, kuda sudah memberikan inspirasi seniman dari semua umur dan di semua sisi dunia.

Wujud dan peranan

Satu ekor kuda jantan dewasa disebutkan kuda jantan, betina betina. Satu ekor kuda jantan yang dipakai untuk berkembang biak dikenali sebagai pejantan. Kuda jantan yang dikebiri biasa disebutkan kebiri. Dahulunya, kuda jantan ditempatkan kerja sebagai kuda tunggangan, sedang kuda betina dipiara untuk maksud pemuliaan saja. Geldings dipakai untuk bekerja dan sebagai wanita menunggang kuda. Belakangan ini, bagaimana juga, geldings biasanya sudah gantikan kuda jantan sebagai menunggang kuda. Kuda muda dikenali sebagai anak kuda; anak kuda jantan disebutkan colt dan betina fillies.